KabarDesaNusantara.Com, KABUPATEN BEKASI — Perolehan suara H Dulloh Syape’i melesat paling tinggi dalam Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Sumberjaya, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, Minggu (20/9/2026).
Berdasarkan data rekapitulasi hasil pemungutan suara yang diterima, calon kepala desa nomor urut 1 itu memperoleh 21.252 suara, mengungguli empat kandidat lainnya.
Perolehan tersebut menempatkan Dulloh di posisi teratas dengan selisih 3.152 suara dari pesaing terdekatnya, Fajar Shodik, yang mengantongi 18.100 suara.
Perbedaan perolehan suara tersebut menjadi gambaran ketatnya persaingan di dua posisi teratas, sementara tiga kandidat lainnya berada pada jarak suara yang cukup lebar.
Dalam rekapitulasi tersebut, Oji Daroji memperoleh 1.010 suara, Wirnata 629 suara, dan Joko Mulyono 592 suara.
Jika seluruh suara sah kelima kandidat dijumlahkan, terdapat 41.583 suara sah. Dengan angka tersebut, Dulloh mengantongi sekitar 51,1 persen suara sah. Sementara itu, sebanyak 695 suara dinyatakan tidak sah.
Dulloh dan Fajar menjadi dua kandidat yang perolehan suaranya mencolok dalam kontestasi tersebut. Selisih 3.152 suara menunjukkan pertarungan di papan atas berlangsung cukup sengit, sebelum akhirnya Dulloh mencatatkan angka tertinggi. Sementara tiga calon lainnya memperoleh suara jauh di bawah dua kandidat tersebut.
Sebelum hari pemungutan suara, lima calon tercatat mengikuti Pilkades Sumberjaya, yakni H Dulloh Syafe’i, Fajar Wiranata atau Wirnata, Oji Daroji, Fajar Shodik, dan Joko Mulyono.
Hasil rekapitulasi ini kemudian menjadi bagian dari rangkaian proses Pilkades sebelum calon kepala desa terpilih ditetapkan melalui mekanisme sesuai ketentuan yang berlaku.
Sebelumnya, Dulloh menyampaikan komitmennya untuk merangkul masyarakat apabila memperoleh kepercayaan memimpin Desa Sumberjaya.
Dalam deklarasi pencalonannya pada Agustus 2026, ia menyatakan pencalonan tersebut bukan semata-mata untuk mengejar jabatan, melainkan didorong keinginan membangun desa.
“Saya ikut pencalonan ini bukan karena gila jabatan, tetapi saya ingin membangun Desa Sumberjaya dengan tekad yang tulus tanpa membeda-bedakan golongan,” kata Dulloh.
Ia juga menekankan pentingnya pemerintahan desa yang transparan dan terbuka terhadap aspirasi masyarakat.
“Pemerintahan desa harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab, transparansi, dan keterbukaan,” ujarnya.
Pernyataan tersebut menjadi catatan penting setelah proses pemungutan suara selesai, karena mandat elektoral selanjutnya akan beriringan dengan tuntutan pengelolaan pemerintahan desa yang akuntabel dan mampu merangkul seluruh masyarakat.
Pilkades Sumberjaya merupakan bagian dari Pilkades Serentak Kabupaten Bekasi 2026 yang digelar di 154 desa pada Minggu (20/9/2026).
Pelaksanaan pemungutan suara mendapat pengamanan gabungan. Sebanyak 12.261 personel dari unsur kepolisian, TNI, Satpol PP, Linmas, dan unsur terkait dikerahkan untuk mengawal pelaksanaan pesta demokrasi tingkat desa tersebut.
Bagi Sumberjaya, hasil rekapitulasi suara menempatkan Dulloh Syape’i di puncak perolehan dengan 21.252 suara. Fajar Shodik berada di posisi kedua dengan 18.100 suara, disusul Oji Daroji, Wirnata, dan Joko Mulyono.
Dengan berakhirnya pemungutan dan penghitungan suara, tahapan berikutnya adalah proses penetapan calon kepala desa terpilih sesuai mekanisme dan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Wartawan: A2TP, Editor: Red

Tinggalkan Balasan