KanarDesaNusantara.ComBEKASI — Pemerintah Kabupaten Bekasi menaikkan target prestasi tenis lapangan dari satu menjadi empat medali emas pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Barat mendatang.

Target tersebut menjadi tantangan baru bagi Pelti dan KONI Kabupaten Bekasi untuk mencetak atlet yang bukan sekadar bertanding, tetapi mampu menjadi ujung tombak perburuan prestasi daerah.

Target itu disampaikan Plt Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja saat membuka Turnamen Tenis Lapangan Se-Kabupaten Bekasi di Wibawa Mukti Tennis Court, Sabtu (22/8/2026).

Asep menegaskan, empat emas tidak akan lahir hanya dari pertandingan yang digelar menjelang Porprov. Menurutnya, pembinaan harus menjadi jalan panjang, dengan kompetisi rutin, pelatih berkualitas, peningkatan kemampuan atlet, serta fasilitas olahraga yang memadai.

“Ketua Pelti dan Ketua KONI menargetkan empat medali emas untuk Porprov ke depan. Ajang ini menjadi salah satu langkah awal untuk mencapai prestasi tersebut,” kata Asep.

Ia menilai peningkatan target dari satu menjadi empat medali emas membutuhkan persiapan yang lebih serius dan terukur. Atlet harus ditempa melalui kompetisi berkelanjutan agar kemampuan mereka terus berkembang dan mental bertanding semakin kuat.

Bagi Asep, turnamen tersebut ibarat lapangan pembibitan, tempat kemampuan atlet diuji sekaligus menjadi ruang untuk menemukan talenta-talenta baru yang berpotensi memperkuat Kabupaten Bekasi.

Turnamen yang berlangsung selama dua hari, 22-23 Agustus 2026, itu diikuti 19 klub tenis. Selain mengejar gelar juara, pertandingan menjadi sarana evaluasi dan pemetaan potensi atlet.

“Ini bukan hanya ajang prestasi, tetapi juga ajang silaturahmi. Ada 19 klub yang bertanding,” ujarnya.

Asep juga menyoroti fasilitas olahraga sebagai bagian penting dari ekosistem pembinaan. Saat meninjau langsung fasilitas tenis di kawasan Wibawa Mukti, ia menegaskan bahwa kualitas sarana latihan dan pertandingan harus berjalan seiring dengan peningkatan kualitas atlet.

“Fasilitas olahraga harus terus diperhatikan. Sarana yang layak sangat menentukan kenyamanan atlet dalam berlatih dan bertanding,” tegasnya.

Menurut Asep, keterbatasan anggaran akibat kebijakan efisiensi tidak boleh menjadi batu sandungan bagi pembinaan olahraga prestasi. Pemerintah daerah tetap memberikan perhatian terhadap kebutuhan olahraga, termasuk fasilitas penunjang atlet.

Sementara untuk kebutuhan operasional atlet dan bonus prestasi Porprov, pemerintah daerah akan menindaklanjuti usulan KONI dengan mempertimbangkan kemampuan fiskal daerah dan ketentuan penganggaran.

Ketua Pelti Kabupaten Bekasi sekaligus Ketua Panitia Turnamen, Eko Mugiono, mengatakan kompetisi tersebut merupakan bagian dari evaluasi dan pemetaan atlet.

Sejumlah nomor dipertandingkan, antara lain beregu, ganda putri, dan tunggal. Hari pertama diisi pembukaan dan babak penyisihan, sedangkan semifinal hingga final berlangsung pada hari kedua.

“Yang paling penting bukan hanya siapa yang menjadi juara. Dari turnamen ini kami ingin melihat potensi atlet-atlet yang bisa terus dibina untuk memperkuat Kabupaten Bekasi pada ajang yang lebih tinggi,” kata Eko.

Ia mengakui target empat emas Porprov merupakan tantangan besar bagi Pelti Kabupaten Bekasi. Namun, target tersebut menjadi kompas yang mengarahkan pembinaan agar dilakukan secara konsisten dan berkelanjutan.

“Target empat emas tentu menjadi tantangan bagi kami. Untuk mencapainya dibutuhkan pembinaan yang konsisten, kompetisi yang rutin, pelatih yang berkualitas,” ujarnya.

Dengan demikian, perjalanan menuju Porprov bukan sekadar menghitung jumlah pertandingan, melainkan membangun kekuatan atlet dari waktu ke waktu. Empat emas kini menjadi puncak yang dituju, sementara pembinaan, kompetisi dan fasilitas menjadi tangga yang harus terus diperkuat untuk mencapainya.

Wartawan: A2TP, Editor: Red