KabarDesaNusantara.Com, KABUPATEN BEKASI — Pengurus Akuatik Jawa Barat menemui Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja untuk membahas penguatan pembinaan atlet renang menjelang kejuaraan yang dijadwalkan berlangsung pada 11 Oktober 2026.

Audiensi tersebut dihadiri Ketua Umum Akuatik Jawa Barat Verdia Yosep, Ketua Akuatik Kabupaten Bekasi, serta jajaran pengurus. Pertemuan menjadi bagian dari koordinasi persiapan menghadapi agenda kejuaraan renang sekaligus Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Barat 2026.

Dalam pertemuan itu, Asep mendorong pengurus Akuatik untuk terus mempersiapkan atlet yang memiliki ketangguhan fisik dan mental. Menurutnya, kesiapan menghadapi kompetisi tidak hanya ditentukan kemampuan teknis, tetapi juga daya tahan dan konsistensi selama menjalani latihan.

“Atlet Kabupaten Bekasi bagaimana Gatotkaca, otot baja, tulang besi,” ujar Asep.

Pesan tersebut menggambarkan harapan pemerintah daerah agar atlet Kabupaten Bekasi memiliki karakter kuat dan tidak mudah menyerah ketika menghadapi persaingan dalam kejuaraan.

Sementara itu, Verdia Yosep menilai Kabupaten Bekasi memiliki potensi untuk berkembang sebagai salah satu sentra olahraga prestasi renang di Jawa Barat.

Potensi tersebut menjadi perhatian dalam penguatan sistem pembinaan, mulai dari peningkatan kualitas pelatih, pembinaan atlet usia dini, penyediaan fasilitas latihan hingga pemantauan perkembangan atlet melalui berbagai kompetisi.

Kejuaraan renang pada 11 Oktober 2026 juga menjadi salah satu momentum untuk mengukur kesiapan atlet yang diproyeksikan tampil pada Porprov Jawa Barat 2026. Selain itu, ajang tersebut dapat dimanfaatkan untuk memantau munculnya perenang muda yang berpotensi menjadi bagian dari regenerasi atlet Kabupaten Bekasi.

Penguatan sumber daya manusia di bidang kepelatihan juga telah dilakukan Akuatik Kabupaten Bekasi. Sebelumnya, organisasi tersebut menggelar pelatihan pelatih renang kategori madya atau Lisensi C yang diikuti sekitar 100 peserta.

Pelatihan tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kompetensi pelatih agar proses pembinaan atlet dapat berlangsung lebih terarah dan berkelanjutan.

Pembinaan olahraga prestasi pada akhirnya membutuhkan kesinambungan antara atlet, pelatih, organisasi olahraga, fasilitas latihan, kompetisi, serta dukungan pemerintah daerah.

Melalui audiensi tersebut, pengembangan Kabupaten Bekasi sebagai salah satu basis pembinaan olahraga renang di Jawa Barat kembali menjadi perhatian.

Kejuaraan pada 11 Oktober mendatang diharapkan dapat menjadi ruang bagi para atlet untuk menunjukkan hasil latihan sekaligus mengukur kemampuan mereka sebelum menghadapi persaingan pada Porprov Jawa Barat 2026.

Wartawan: A2TP, Editor: Red