KabarDesaNusantara.Com, KABUPATEN BEKASI — Kandang sapi milik H. Nyamat di Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, Senin (8/9/2026), menjadi tempat belajar berbeda bagi puluhan siswa SD Al Muslim. Di tempat yang sederhana itu, para siswa diperkenalkan secara langsung dengan aktivitas peternakan dan proses perawatan sapi.
Kegiatan tersebut memberikan kesempatan kepada siswa untuk belajar di luar ruang kelas melalui pengalaman langsung. Mereka tidak sekadar melihat aktivitas peternakan dari kejauhan, tetapi turut diperkenalkan dengan cara memberikan pakan dan memahami proses pemeliharaan sapi.
H. Nyamat mendampingi para siswa selama berada di area peternakan. Ia menyampaikan pesan agar generasi muda tidak memandang pekerjaan berdasarkan gengsi semata.
“Mengajarkan generasi muda untuk tidak takut kotor dan bau peternakan. Muda tidak boleh gengsi,” pesan H. Nyamat.
Selain mengenal sapi, para siswa juga diperkenalkan dengan proses pembuatan telur asin. Berbagai kegiatan sederhana tersebut menjadi pengalaman pembelajaran yang berbeda dari rutinitas belajar di sekolah.
Menurut H. Nyamat, pengenalan terhadap dunia nyata perlu diberikan sejak usia dini. Anak-anak, kata dia, perlu memahami bahwa setiap pekerjaan memiliki proses yang membutuhkan ketelatenan, kedisiplinan, kerja keras, dan tanggung jawab.
Lingkungan kandang yang mungkin terlihat sederhana bahkan tidak selalu nyaman justru dimanfaatkan sebagai ruang pembelajaran. Dari tempat tersebut, siswa diajak memahami bahwa di balik bahan pangan yang sehari-hari dikonsumsi masyarakat terdapat proses panjang yang membutuhkan tenaga dan ketekunan.
Peternakan, yang terkadang masih dipandang sebelah mata, memiliki keterkaitan dengan kehidupan masyarakat. Sektor tersebut menjadi salah satu bagian dari rantai pangan sekaligus aktivitas ekonomi yang melibatkan berbagai pekerjaan.
Melalui kunjungan itu, siswa diharapkan dapat mengenal lebih dekat profesi peternak sekaligus memahami proses di balik produk pangan yang mereka konsumsi.
Bagi H. Nyamat, pembelajaran tersebut juga tidak semata-mata mengenai peternakan. Ada nilai pendidikan karakter yang ingin diperkenalkan kepada anak-anak, terutama keberanian mencoba, bekerja keras, disiplin, dan bertanggung jawab.
Kunjungan ke kandang sapi itu menjadi contoh kecil bahwa proses pendidikan tidak selalu harus berlangsung di ruang kelas. Lingkungan sekitar pun dapat menjadi ruang belajar ketika anak-anak diberi kesempatan untuk melihat dan mengalami secara langsung.
Pesan yang dibawa dari kegiatan tersebut pun sederhana: pekerjaan tidak selayaknya dinilai hanya dari penampilan atau gengsinya. Di balik pekerjaan yang mungkin dianggap biasa, terdapat proses, tanggung jawab, serta kontribusi bagi kehidupan masyarakat.
Dengan cara yang sederhana pula, H. Nyamat mencoba mengajak generasi muda untuk lebih berani mengenal berbagai jenis pekerjaan dan tidak takut berhadapan dengan lingkungan yang kotor maupun berbau
Kunjungan siswa SD Al Muslim tersebut akhirnya bukan sekadar kegiatan melihat sapi, melainkan pengalaman belajar yang mempertemukan pendidikan dengan realitas kehidupan sehari-hari.
Wartawan: A2TP, Editor: Red

Tinggalkan Balasan