KabarDesaNusantara.Com, KABUPATEN BEKASI — Krisis air bersih dan kekeringan masih melanda wilayah utara Kecamatan Pebayuran, Kabupaten Bekasi. Merespons kondisi ini, Pemerintah Kabupaten Bekasi bersama instansi terkait tengah mengebut proses normalisasi jaringan irigasi untuk memastikan pasokan air kembali mengalir ke areal pertanian dan permukiman warga.
Berdasarkan data infografis Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bekasi per 1 September 2026, tercatat ada 25 titik terdampak krisis air yang tersebar di empat desa:
* Desa Karangsegar: 8 titik
* Desa Karangharja: 8 titik
* Desa Sumberurip: 5 titik
* Desa Sumberreja: 4 titik
Salah satu lokasi terparah berada di saluran irigasi BKG 38, Kampung Teluk Bango, Desa Karangharja. Sebagai titik paling ujung dari jaringan irigasi utara Pebayuran, kawasan ini menjadi area pertama yang terdampak saat distribusi air tidak optimal.
Camat Pebayuran Hasyim Adnan mengonfirmasi bahwa kekeringan tersebut sangat memukul sektor pertanian. “Kondisi pada saat ini kekeringan sedang melanda Desa Karangharja, khususnya di BKG 38. Mudah-mudahan dalam waktu dekat ini bisa terpenuhi airnya,” ungkap Hasyim.
Progres Normalisasi Irigasi
Plt Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja turun langsung meninjau progres normalisasi saluran irigasi dari BKG 15 hingga BKG 38 pada Rabu (2/9/2026). Didampingi Perum Jasa Tirta (PJT) dan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), Asep memastikan pekerjaan di lapangan menunjukkan hasil positif selama dua pekan terakhir.
“Saya kunjungan ke BKG 15, eceng gondoknya masih ada sedikit. Ke BKG 17, eceng gondoknya sudah habis,” ujar Asep.
Selain pembersihan gulma, pemerintah juga melakukan pendalaman saluran dan penguatan tanggul di BKG 20. Pengerjaan ini krusial untuk meningkatkan kapasitas tampung agar aliran air sanggup menjangkau BKG 34 hingga BKG 38. Asep menargetkan normalisasi di kawasan Rancasuar, SS Kedunggede, dapat diselesaikan dalam waktu satu bulan. Langkah ini sekaligus menjadi mitigasi ganda: mencegah kekeringan saat kemarau dan mengantisipasi banjir saat musim hujan.
Dukungan Penuh Petani
Upaya pembenahan irigasi ini disambut baik oleh Paguyuban Petani Pebayuran. Perwakilan paguyuban, H Sardi, mengapresiasi langkah cepat Pemkab Bekasi, PJT, dan BBWS. Ia menegaskan bahwa para petani siap turun tangan menjaga kebersihan jaringan irigasi secara swadaya.
“Ke depan dalam waktu dekat, kita akan melakukan kerja bakti bersama-sama petani. Mudah-mudahan ke depan kita tidak ada masalah lagi perihal kekurangan air di saluran irigasi,” tutur Sardi. Ia berharap pasokan air yang stabil dapat menjamin keberlanjutan produksi pangan dan kesejahteraan petani di Kabupaten Bekasi.
Wartawan: Edward, Editor: Red

Tinggalkan Balasan