KabarDesaNusantara.ComKABUPATEN BEKASI — Kepedulian sosial di tengah masyarakat Kabupaten Bekasi terus digerakkan melalui program Jumat Berkah yang digagas H. Saiful Nyamat. Setiap Jumat, sebanyak 1.000 kotak makanan dibagikan kepada jamaah salat Jumat, anak-anak, serta warga yang membutuhkan di sekitar lima masjid.

Program tersebut dilaksanakan secara konsisten setiap pekan dengan menu berupa nasi dan bubur ayam. Dari total 1.000 kotak makanan yang disiapkan, sekitar 200 kotak dialokasikan untuk masing-masing masjid, salah satunya Masjid Al-Muttaqien.

Pembagian makanan dilakukan setelah pelaksanaan salat Jumat. Jamaah dan warga terlihat antusias menerima makanan yang telah disiapkan dalam kegiatan sosial tersebut.

Bagi H. Saiful Nyamat, Jumat Berkah tidak semata-mata berkaitan dengan berapa banyak makanan yang dapat dibagikan. Program itu diarahkan untuk membangun kebiasaan berbagi dan menumbuhkan kepedulian sosial di tengah masyarakat.

“Seribu kotak makanan mungkin selesai dalam satu hari. Namun, yang lebih penting adalah bagaimana kebiasaan berbagi ini terus dijaga dan dilakukan secara konsisten,” demikian semangat yang menjadi dasar pelaksanaan kegiatan tersebut.

Konsistensi tersebut membuat Jumat Berkah tidak berhenti sebagai kegiatan sosial sesaat. Program yang digelar setiap pekan itu diharapkan berkembang menjadi gerakan kepedulian yang terus hidup di tengah masyarakat.

Jika satu kotak makanan hanya mampu mengenyangkan satu orang untuk sesaat, maka semangat berbagi di baliknya diharapkan mampu menyalakan seribu cahaya kepedulian di tengah kehidupan sosial masyarakat.

Kehadiran program tersebut juga memperlihatkan fungsi masjid yang tidak hanya menjadi tempat pelaksanaan ibadah, tetapi dapat menjadi ruang interaksi dan aktivitas sosial masyarakat.

Masjid menjadi titik pertemuan antara ibadah dan kepedulian sosial. Setelah jamaah menunaikan salat Jumat, kegiatan dilanjutkan dengan berbagi makanan kepada masyarakat di lingkungan sekitar.

Di tengah persoalan ekonomi dan kebutuhan sosial yang terus berkembang, kepedulian yang dilakukan secara berkelanjutan dinilai memiliki arti tersendiri. Nilai kegiatan tersebut bukan hanya terletak pada jumlah makanan yang diberikan, tetapi juga pada interaksi langsung serta pesan sosial yang menyertainya.

Program Jumat Berkah juga menyasar anak-anak. Keterlibatan mereka dalam suasana kegiatan menjadi bagian dari upaya mengenalkan nilai kepedulian, berbagi, dan saling membantu sejak usia dini.

Dengan demikian, kegiatan tersebut diharapkan tidak hanya menghasilkan pembagian makanan, tetapi juga menjadi sarana pendidikan sosial bagi generasi berikutnya. Budaya berbagi diharapkan dapat tumbuh menjadi kebiasaan yang diwariskan dari satu generasi kepada generasi lainnya.

H. Saiful Nyamat berharap program Jumat Berkah dapat terus berjalan dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Menurutnya, makna kegiatan tersebut bukan semata-mata terletak pada jumlah kotak makanan yang dibagikan, melainkan pada komitmen untuk terus hadir dan berbagi secara konsisten.

Melalui lima masjid dan 1.000 kotak makanan setiap pekan, Jumat Berkah menjadi salah satu bentuk kegiatan sosial yang berupaya menjaga budaya berbagi sekaligus memperkuat kepedulian antarwarga Kabupaten Bekasi.

Wartawan: A2TP, Editor: Red