KabarDesaNusantara.Com, KOTA BEKASI — Lautan api ribuan lilin yang membakar pekatnya malam di Taman Plaza Patriot Chandrabhaga, Jumat (28/8/2026), menjadi saksi bisu ketika jutaan air mata kemanusiaan tumpah ruah meratapi luka abadi yang mengoyak jantung demokrasi Kota Bekasi.
Tepat satu tahun pascakerusuhan berdarah Agustus 2025 yang mengguncang semesta, aliansi mahakim mahasiswa, barisan pengemudi ojek online yang merajai jalanan, serta gelombang organisasi kepemudaan kembali bersatu membelah angkasa lewat aksi refleksi bertajuk “Dari Tragedi Menuju Kesadaran Kolektif”.
Ketua HMI Bekasi Raya, Adhi Laksono, dengan suara yang menggelegar membelah keheningan malam menegaskan bahwa nyala seribu lilin tersebut bukan sekadar penerang, melainkan kobaran api abadi yang membakar semangat pahlawan-pahlawan demokrasi agar tidak pernah padam ditelan zaman.
“Kami melaksanakan aksi penyalaan 1.000 lilin untuk mengenang pahlawan-pahlawan demokrasi. Selain itu, refleksi ini diselipkan dengan aksi donasi bagi saudara-saudara kita yang tertimpa musibah,” kata Adhi.
Tidak hanya meratapi duka lokal yang meremukkan tulang, gelombang massa yang tumpah di jantung kota ini juga menggalang samudra donasi raksasa untuk menghapus air mata saudara-saudara yang dihantam badai bencana alam di Nusa Tenggara Timur, Kalimantan, hingga Sumatera.
Respons Aparat Penegak Hukum
Hadir di tengah lautan manusia, Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Pol Putu Kholis Aryana menyambut samudera refleksi ini dengan tangan terbuka, menyalakan komitmen baja untuk merombak total sistem internal kepolisian agar tidak ada lagi tetes darah pejuang kebebasan yang tumpah di atas aspal pertiwi.
Refleksi akbar ini menorehkan pesan bahwa nyawa dan kebebasan berpendapat adalah harga mati yang tidak boleh ditukar dengan apapun di bumi Nusantara.
Wartawan: A2TP, Editor: Red

Tinggalkan Balasan