KabarDesaNusantara.Com, ‎KABUPATEN BEKASI – Puluhan peserta Koko mengikuti lomba kreasi masakan berbahan ikan gabus dalam rangkaian Gebrak 2026 Vol.2, sebagai upaya mengembangkan pangan lokal menjadi sajian modern yang memiliki nilai jual sekaligus memperkuat identitas kuliner Kabupaten Bekasi.

Lomba masak antar koki tersebut menjadi panggung bagi para peserta untuk mengolah ikan gabus dengan beragam kreativitas. Mereka tidak hanya ditantang menghadirkan cita rasa khas, tetapi juga menyajikan hidangan yang menarik secara visual dan memiliki potensi dikembangkan sebagai produk kuliner unggulan.

Ikan gabus yang selama ini dekat dengan kehidupan masyarakat Bekasi seolah menjadi benih yang ditanam di tanah kreativitas. Melalui teknik pengolahan dan penyajian yang inovatif, bahan pangan lokal itu diharapkan tumbuh menjadi sajian yang mampu menjangkau selera masyarakat lebih luas tanpa tercerabut dari akar identitas daerah.

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Bekasi, Tuti Yasin, menyambut positif penyelenggaraan lomba kreasi kuliner tersebut.

Menurut Tuti, kegiatan semacam ini menjadi momentum untuk menggali kembali makanan khas daerah sekaligus mendorong pelaku kuliner agar lebih berani melakukan inovasi.

“Harapannya, melalui lomba ini dari 16 peserta Koki lahir kreasi-kreasi baru berbahan ikan gabus yang benar-benar menjadi ciri khas Bekasi,” ujar Tuti.

Ia menilai ikan gabus tidak semestinya hanya dipandang sebagai makanan tradisional. Dengan sentuhan kreativitas, bahan pangan tersebut dapat dikemas menjadi sajian yang lebih menarik bagi wisatawan maupun masyarakat dari luar Bekasi.

Bukan sekadar lomba, bukan sekadar menu, dan bukan sekadar ikan gabus. Ajang tersebut diharapkan menjadi titik awal bagi lahirnya produk kuliner yang memiliki karakter kuat dan mampu membawa nama Kabupaten Bekasi lebih jauh.

Tuti mengatakan, pengembangan kuliner lokal memiliki keterkaitan erat dengan sektor pariwisata. Makanan khas yang kuat dan menarik dapat menjadi daya tarik tambahan bagi wisatawan sekaligus menjadi pintu untuk mengenalkan karakter serta kekayaan budaya suatu daerah.

“Jangan hanya berhenti di sini, tetapi bisa terus dikembangkan hingga dikenal secara nasional dan bahkan internasional,” katanya.

Pengolahan ikan gabus dengan pendekatan kreatif juga dinilai membuka peluang ekonomi baru bagi pelaku usaha makanan dan minuman. Bahan pangan lokal dapat memperoleh nilai tambah ketika dipadukan dengan teknik memasak, konsep penyajian, serta kemasan yang mengikuti perkembangan selera konsumen.

Melalui Gebrak 2026 Vol.2, kearifan kuliner lokal dan inovasi modern dipertemukan dalam satu meja. Dari 16 peserta yang berkompetisi, diharapkan lahir kreasi yang tidak berhenti sebagai hidangan pemenang lomba, tetapi berkembang menjadi menu unggulan Kabupaten Bekasi.

Dengan demikian, ikan gabus bukan lagi sekadar bahan pangan yang akrab di meja masyarakat. Ia diharapkan menjadi duta rasa Kabupaten Bekasi, membawa cerita tentang kekayaan pangan lokal dari tingkat daerah menuju panggung nasional, bahkan internasional.

Wartawan: A2TP, Editor: Red