KabarDesaNusantara.Com, KABUPATEN BEKASI  — Ketua RW 10 Desa Mangunjaya, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, Rusbrata, mengapresiasi kekompakan pengurus RT dan warga yang berpartisipasi dalam kegiatan gotong royong pada Minggu (25/10/2026). Kegiatan yang melibatkan RT 01 hingga RT 10 tersebut difokuskan pada kebersihan lingkungan dan pemeliharaan kawasan permukiman.

Dalam kegiatan itu, warga bersama-sama membersihkan jalan lingkungan, menyapu area permukiman, merapikan tanaman, mengangkat sampah, serta membersihkan saluran air dan rumput liar. Warga juga bergotong royong menangani sejumlah bagian jalan yang mengalami kerusakan.

Kegiatan tersebut menjadi bentuk partisipasi masyarakat dalam menjaga kebersihan dan kenyamanan lingkungan. Keterlibatan seluruh RT sekaligus memperlihatkan pentingnya koordinasi antara pengurus lingkungan dan warga dalam merawat kawasan permukiman.

Usai kegiatan, Rusbrata menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh ketua RT, pengurus RW, serta warga yang telah berpartisipasi dan membantu menggerakkan masyarakat untuk mengikuti kerja bakti.

Dalam pesannya kepada jajaran pengurus lingkungan, Rusbrata berharap kegiatan tersebut memberikan manfaat bagi masyarakat dan menjadi ladang ibadah bagi seluruh pihak yang terlibat.

“Dengan semangat yang luar biasa bisa menggerakkan warga untuk kerja bakti secara bersama-sama. Semoga semua yang kita lakukan hari ini membawa manfaat bagi warga dan menjadi ladang ibadah untuk kita semua,” ucapnya.

Ia juga menyampaikan terima kasih atas peran serta para pengurus dan memohon maaf apabila terdapat kekurangan maupun kesalahan selama pelaksanaan kegiatan.

Pesan tersebut ditutup dengan ajakan untuk terus menjaga kekompakan sebagai bagian dari upaya memperkuat kebersamaan di lingkungan RW 10 Desa Mangunjaya.

Gotong royong tidak hanya menjadi sarana membersihkan jalan dan mengangkat sampah, tetapi juga dapat memperkuat komunikasi serta kepedulian sosial antarwarga.

Dalam lingkungan permukiman, kebersihan jalan, kondisi saluran air, dan pengelolaan sampah merupakan sejumlah aspek yang perlu diperhatikan bersama. Saluran drainase yang tersumbat sampah berpotensi menghambat aliran air dan meningkatkan risiko genangan, terutama ketika curah hujan meningkat.

Pembersihan saluran air secara berkala menjadi salah satu langkah yang dapat dilakukan masyarakat untuk membantu menjaga kelancaran aliran drainase. Upaya tersebut perlu diimbangi dengan kebiasaan membuang sampah pada tempatnya dan menjaga fasilitas umum agar tetap berfungsi dengan baik.

Apabila ditemukan kerusakan jalan atau saluran air yang tidak dapat ditangani melalui swadaya masyarakat, pengurus RT dan RW dapat menyampaikan persoalan tersebut kepada pemerintah desa atau instansi terkait sesuai kewenangannya.

Kegiatan gotong royong yang melibatkan sepuluh RT tersebut menjadi momentum untuk memperkuat partisipasi warga dalam menjaga lingkungan. Namun, keberlanjutan kebersihan tidak hanya bergantung pada kerja bakti yang dilakukan dalam satu hari, melainkan juga pada konsistensi masyarakat dalam merawat lingkungan sehari-hari.

Penjadwalan kerja bakti secara berkala, pembagian tanggung jawab pemeliharaan lingkungan, serta pelaporan apabila ditemukan persoalan infrastruktur dapat menjadi langkah lanjutan yang dipertimbangkan pengurus RT dan RW.

Dukungan pemerintah desa dan instansi terkait juga diperlukan untuk menangani persoalan yang membutuhkan penanganan lebih lanjut, terutama menyangkut infrastruktur dan pengelolaan sampah sesuai kewenangannya.

Melalui kegiatan tersebut, Rusbrata bersama pengurus RT dan warga RW 10 diharapkan dapat terus menumbuhkan semangat kebersamaan dalam menjaga kebersihan lingkungan.

Keterlibatan warga dari RT 01 hingga RT 10 menjadi bagian dari upaya membangun lingkungan yang bersih, sehat, tertata, dan nyaman, sekaligus mempertahankan nilai gotong royong sebagai modal sosial dalam kehidupan bermasyarakat.

Wartawan: A2TP, Editor: Red