KabarDesaNusantara.Com, JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto resmi melantik Letjen TNI Kristomei Sianturi sebagai Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), menggantikan Letjen TNI Suharyanto yang menjabat pada periode 2021–2026. Pelantikan berlangsung di Istana Negara, Jakarta, Kamis (15/10/2026), sekaligus menandai kenaikan pangkat Kristomei dari mayor jenderal (Mayjen) menjadi letnan jenderal (Letjen).
Usai dilantik, Kristomei menyatakan siap memperkuat upaya penanggulangan bencana di Indonesia, terutama menghadapi berbagai kejadian bencana yang tengah berlangsung di sejumlah daerah, mulai dari kebakaran hutan, banjir, hingga erupsi gunung berapi.
Ia menegaskan, penanganan bencana membutuhkan respons cepat dan koordinasi terpadu yang melibatkan berbagai unsur pemerintahan serta masyarakat.
“Saya melihat memang kita sedang menghadapi bencana, baik kebakaran hutan, ada yang banjir, dan semua bencana, erupsi gunung merapi dan sebagainya. Jadi kita akan fokus ke sana dengan prinsip saya adalah kolaborasi, responsif, integratif, dan sinkronisasi,” kata Kristomei, dikutip dari pemberitaan Serambinews.com.
Menurutnya, keberhasilan penanganan bencana tidak dapat bertumpu pada BNPB semata. Keterlibatan kementerian, lembaga, TNI, Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat menjadi bagian penting untuk memastikan langkah penanganan berjalan efektif.
“Jadi semua terlibat, semua kementerian, lembaga, TNI, Polri harus sama-sama kita, termasuk masyarakat. Jadi ada kesinkronisasi antara aturan pusat dan aturan daerah,” ujarnya.
Pada tahap awal kepemimpinannya, Kristomei berencana melakukan konsolidasi internal untuk mempelajari situasi, kondisi organisasi, serta memastikan program penanggulangan bencana tetap berjalan.
Namun, ia menegaskan bahwa konsolidasi tersebut tidak boleh menghambat kecepatan penanganan bencana yang sedang berlangsung.
“Tentunya saya sebagai pejabat baru akan konsolidasi internal dulu ke dalam, mempelajari sekaligus langsung bergerak cepat untuk penanggulangan,” pungkasnya.
Kristomei juga menyoroti pentingnya penyelarasan kebijakan antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Koordinasi dengan instansi terkait, termasuk Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), diperlukan untuk mendukung penanganan bencana yang lebih terpadu.
Dengan koordinasi lintas sektor yang kuat, upaya mitigasi, kesiapsiagaan, penanganan keadaan darurat, hingga pemulihan pascabencana diharapkan dapat berjalan lebih efektif.
Kristomei Sianturi merupakan perwira tinggi TNI Angkatan Darat yang lahir di Lampung Utara, Lampung, pada 6 Mei 1976. Ia menyelesaikan pendidikan Akademi Militer pada 1997 dan mengawali karier militernya sebagai Wakil Komandan Batalyon Infanteri Linud 328/Dirgahayu.
Dalam perjalanan kariernya, Kristomei pernah bertugas di lingkungan Kostrad sebagai perwira menengah dalam pendidikan Seskoad dan Pabandya Lat Ops Kostrad. Pada 2013–2014, ia dipercaya menjabat Komandan Batalyon Infanteri Linud 305/Tengkorak.
Kariernya berlanjut sebagai Komandan Distrik Militer 0424/Tanggamus hingga 2016. Ia kemudian mengemban tugas sebagai Waasops Kasdivif 2/Kostrad pada 2016–2017 dan Sekretaris Pribadi Wakil Kepala Staf Angkatan Darat pada 2017.
Pada periode 2017–2019, Kristomei menjabat Kepala Penerangan Kodam Jaya. Setelah menjalani pendidikan di Sekolah Staf dan Komando TNI, ia dipercaya menjadi Asisten Operasi Kasdam I/Bukit Barisan pada 2020–2022.
Namanya juga tercatat dalam perjalanan karier militer di Aceh. Kristomei pernah menjabat Komandan Resimen Induk Daerah Militer Iskandar Muda sejak 3 Februari 2022. Jabatan tersebut kemudian diserahterimakan kepada Kolonel Inf Trijoko Adiwiyono dalam upacara di Lapangan Rindam Iskandar Muda, Mata Ie, Aceh Besar, pada Jumat (23/12/2022).
Pada 2022–2023, ia juga mengemban tugas sebagai Perwira Pembantu IV Operasi Dalam Negeri Staf Operasi TNI. Selanjutnya, Kristomei menjabat Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Darat pada 2023–2024.
Setelah itu, ia mendapat penugasan sebagai Komandan Resimen Taruna Akademi Militer sebelum diangkat menjadi Wakil Gubernur Akademi Militer pada 2024.
Memasuki 2025, Kristomei dipercaya memimpin Pusat Penerangan TNI sebagai Kepala Pusat Penerangan TNI. Ia kemudian memperoleh penugasan sebagai Panglima Kodam XXI/Radin Inten sebelum ditunjuk menjadi Kepala BNPB.
Pergantian kepemimpinan ini sekaligus mengakhiri masa tugas Letjen TNI Dr. Suharyanto, S.Sos., M.M. sebagai Kepala BNPB periode 2021–2026.
Dalam pernyataan resminya, keluarga besar BNPB menyampaikan ucapan selamat kepada Kristomei Sianturi atas pelantikannya sebagai kepala lembaga tersebut. BNPB berharap kepemimpinan baru dapat memperkuat kesiapsiagaan, meningkatkan kapasitas penanggulangan bencana, serta membangun ketangguhan bangsa dalam menghadapi berbagai ancaman bencana.
BNPB juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Suharyanto atas dedikasi serta pengabdiannya dalam memperkuat penanggulangan bencana di Indonesia selama masa jabatannya.
Dengan kepemimpinan baru, BNPB diharapkan semakin memperkuat koordinasi nasional dan daerah, meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat, serta memastikan penanganan bencana berlangsung cepat, terintegrasi, dan berorientasi pada keselamatan warga terdampak.
Wartawan: Kabar Desa, Editor: Kabar Desa


Tinggalkan Balasan