KabarDesaNusantara.Com, KOTA BEKASI – Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Kelurahan Bojong Menteng, Kecamatan Rawalumbu, Kota Bekasi, telah mencapai progres fisik dan sarana prasarana lebih dari 95 persen serta mulai beroperasi.

Pemerintah Kota Bekasi mendorong optimalisasi pengelolaan koperasi tersebut agar mampu memperkuat perekonomian masyarakat dan membuka peluang kerja sama dengan pelaku usaha lokal.

Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (DiskopUKM) Kota Bekasi, Herbert S.W. Panjaitan, S.STP., M.Si., mengatakan pemantauan dilakukan untuk mengetahui perkembangan pembangunan sekaligus memastikan kesiapan operasional Koperasi Merah Putih di wilayah Kota Bekasi.

“Dari sisi fisik dan sarana prasarana, progresnya sudah mencapai lebih dari 95 persen dan koperasi juga sudah mulai beroperasi,” ujar Herbert kepada media, Jumat (16/10/2026).

Kunjungan Wakil Wali Kota Bekasi ke KDKMP Bojong Menteng merupakan bagian dari upaya memantau kesiapan operasional koperasi. Pemerintah daerah juga mendorong agar keberadaan koperasi dapat memperluas akses pelayanan kepada masyarakat sekaligus mendukung penguatan ekonomi di tingkat kelurahan.

Herbert menjelaskan, pengelolaan harga dan penyediaan barang di Koperasi Merah Putih masih menjadi kewenangan pihak terkait, termasuk Agrinas, sesuai mekanisme yang berlaku.

Menurutnya, sosialisasi kepada masyarakat perlu terus ditingkatkan agar warga mengetahui keberadaan koperasi dan dapat memanfaatkannya sebagai alternatif tempat berbelanja.

Karena itu, pengurus dan manajer koperasi didorong lebih aktif memperkenalkan layanan kepada masyarakat melalui berbagai saluran komunikasi.

Upaya tersebut dapat dilakukan melalui sosialisasi langsung dari rumah ke rumah atau door-to-door, pemanfaatan media sosial, serta saluran komunikasi lainnya.

Peningkatan promosi diharapkan dapat memperluas jangkauan informasi sekaligus mendorong partisipasi masyarakat dalam memanfaatkan layanan koperasi.

Selain sosialisasi, pengelola juga didorong memperluas jaringan usaha dengan melibatkan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta distributor setempat.

Langkah ini dinilai dapat membuka peluang kemitraan, memperkuat pemasaran produk lokal, dan menciptakan hubungan usaha yang saling mendukung di lingkungan sekitar koperasi.

Pemerintah Kota Bekasi diharapkan terus memperkuat koordinasi dan pendampingan terhadap pengelola KDKMP agar operasional koperasi berjalan sesuai tujuan pembentukannya.

Herbert menegaskan pentingnya koordinasi dengan seluruh pihak terkait untuk menjaga keberlangsungan usaha koperasi.

“Ke depan, koordinasi dengan seluruh pihak terkait perlu terus diperkuat agar operasional Koperasi Merah Putih berjalan optimal, berkembang secara berkelanjutan, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Kota Bekasi,” pungkasnya.

Dengan progres fisik dan sarana prasarana yang dilaporkan telah melampaui 95 persen serta dimulainya operasional, KDKMP Bojong Menteng diharapkan tidak hanya menjadi tempat berbelanja, tetapi juga berkembang sebagai wadah pemberdayaan UMKM dan penguatan ekonomi masyarakat di tingkat kelurahan.

Meski demikian, keberhasilan koperasi dalam jangka panjang tetap bergantung pada pengelolaan yang profesional, ketersediaan barang, daya saing harga, partisipasi masyarakat, serta kemitraan yang berkelanjutan dengan pelaku usaha lokal.

Wartawan: A2TP, Editor: Red