KabarDesaNusantara.Com, JAKARTA — Kepolisian Negara Republik Indonesia resmi menutup Operasi Ketupat 2026 pada 25 Maret 2026 pukul 24.00 WIB. Penutupan tersebut tertuang dalam Surat Telegram Kapolri Nomor STR/688/III/OPS.1.1./2026.
Meski operasi telah berakhir, Polri memastikan pengamanan arus balik Lebaran tetap dilanjutkan melalui Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD) hingga 29 Maret 2026.
Kasatgas Humas Operasi Ketupat 2026, Brigjen Pol Tjahyono Saputro, menyampaikan bahwa secara umum pelaksanaan mudik dan arus balik tahun ini berjalan aman, tertib, dan terkendali, meskipun terjadi lonjakan mobilitas masyarakat yang signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.
“Secara umum arus mudik dan arus balik Lebaran 2026 berjalan aman, tertib, dan terkendali meskipun terjadi peningkatan mobilitas masyarakat yang sangat tinggi,” ujarnya, Kamis (26/03).
Berdasarkan data hingga 25 Maret 2026 pukul 06.00 WIB, total kendaraan keluar Jakarta mencapai 2.521.125 unit atau sekitar 72 persen dari proyeksi 3,5 juta kendaraan. Sementara itu, kendaraan yang kembali ke Jakarta tercatat sebanyak 1.958.838 unit atau 57,71 persen dari proyeksi 3,4 juta kendaraan.
Polri memprediksi masih terdapat sekitar 42,29 persen arus balik yang akan terjadi pada gelombang kedua pada 28 hingga 29 Maret 2026.
Puncak arus mudik tercatat terjadi pada 18–19 Maret 2026 dengan jumlah 270.315 kendaraan keluar Jakarta, meningkat 4,62 persen dibandingkan tahun sebelumnya dan menjadi yang tertinggi sepanjang sejarah.
Sementara itu, puncak arus balik terjadi pada 24–25 Maret 2026 dengan 256.338 kendaraan atau meningkat sekitar 14,68 persen.
Kelancaran arus lalu lintas tidak terlepas dari strategi rekayasa lalu lintas yang dilakukan secara dinamis, seperti penerapan contraflow bertahap, one way lokal Presisi, hingga one way nasional, baik saat arus mudik maupun arus balik.
Selain itu, pemanfaatan tol fungsional seperti Japek II Selatan ruas Sadang–Deltamas–Setu dan Bocimi ruas Parungkuda–Karangtengah dinilai efektif dalam mengurai kepadatan kendaraan di jalur utama.
Pada sektor penyeberangan dan transportasi umum, situasi di lintasan Merak–Bakauheni serta Ketapang–Gilimanuk, termasuk bandara, terminal, dan stasiun, dilaporkan berjalan aman dan terkendali. Kepadatan yang sempat terjadi di Gilimanuk juga berhasil diurai melalui koordinasi lintas instansi.
Dari sisi keselamatan, Polri mencatat penurunan angka kecelakaan lalu lintas sebesar 5,75 persen serta penurunan angka fatalitas korban meninggal dunia hingga 30,8 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
“Hal ini menunjukkan meningkatnya kepatuhan masyarakat serta efektivitas pengamanan dan pelayanan di lapangan,” kata Tjahyono.
Selama pelaksanaan Operasi Ketupat 2026, Polri juga memastikan tidak terdapat gangguan kamtibmas maupun kejahatan menonjol. Seluruh rangkaian kegiatan, mulai dari arus mudik, perayaan Idul Fitri, hingga Hari Raya Nyepi, berlangsung aman dan kondusif.
Operasi Ketupat sebagai operasi kemanusiaan mencakup pengamanan di berbagai titik strategis, seperti 4.647 lokasi wisata, 618 terminal, 562 pelabuhan, 182 bandara, 268 stasiun, 2.966 pusat perbelanjaan, serta 121.803 tempat ibadah. Pengamanan tersebut didukung oleh 1.624 pos pengamanan, 779 pos pelayanan, dan 343 pos terpadu.
Selain itu, Polri juga menghadirkan berbagai inovasi layanan, seperti program Mudik Gratis Polri Presisi yang memberangkatkan 4.009 pemudik menggunakan 81 bus, layanan darurat 110 selama 24 jam, serta pemanfaatan teknologi seperti Command Center Korlantas, ETLE Patrol, hingga Mobile Command Center.
Di akhir pernyataannya, Polri mengimbau masyarakat untuk memanfaatkan diskon tarif tol pada 26–27 Maret 2026 serta kebijakan work from anywhere guna mengatur waktu perjalanan arus balik.
Polri menegaskan akan tetap siaga melalui KRYD hingga seluruh rangkaian arus balik Lebaran 2026 selesai, guna memastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap aman dan kondusif.












