KabarDesaNusantara.Com, KABUPATEN BEKASI — Aliansi Jakarta Utara Menggugat (A-Jum) bersama sejumlah anggotanya mendatangi kediaman keluarga almarhum Bagus Satrio di wilayah Babelan, Kabupaten Bekasi, Rabu (13/5/2026).
Kunjungan tersebut dilakukan sebagai bentuk solidaritas sosial sekaligus kepedulian terhadap persoalan keselamatan lalu lintas yang melibatkan kendaraan bertonase besar di jalan raya.
Ketua A-Jum, Anung, mengatakan kehadiran pihaknya bukan untuk mencampuri proses hukum atas kecelakaan yang terjadi, melainkan sebagai bentuk empati kepada keluarga korban dan perhatian masyarakat terhadap meningkatnya risiko kecelakaan kendaraan berat di wilayah padat aktivitas warga.
“Kami hadir hari ini sebatas bentuk solidaritas masyarakat atas musibah yang terjadi. Ini juga menjadi perhatian bersama terkait fenomena kendaraan besar di jalan raya yang harus mendapatkan pengawasan lebih serius demi keselamatan masyarakat,” ujar Anung.

Dalam keterangannya, A-Jum menyoroti persoalan kendaraan trailer dan angkutan logistik yang dinilai tidak hanya berkaitan dengan faktor pengemudi, tetapi juga menyangkut sistem pengawasan, klasifikasi jalan, jam operasional, hingga tata kelola lintasan kendaraan berat di kawasan permukiman maupun industri.
Menurut Anung, perlu adanya evaluasi terhadap jalur yang dilintasi kendaraan trailer agar tidak membahayakan pengguna jalan lain, terutama pada ruas jalan yang dinilai tidak layak dilalui kendaraan bertonase besar.
“Kami berharap ada perhatian serius terhadap pengaturan lintasan kendaraan trailer, termasuk klasifikasi jalan dan pengawasan operasionalnya. Keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas bersama,” lanjutnya.
Selain menyampaikan aspirasi terkait keselamatan lalu lintas, A-Jum juga memberikan dukungan moril kepada keluarga korban agar diberikan ketabahan dalam menghadapi musibah tersebut.
Sementara itu, kuasa hukum keluarga korban, Hendra Gunawan, SH, menyampaikan apresiasi atas kepedulian dan solidaritas yang diberikan kepada keluarga almarhum Bagus Satrio.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada A-Jum atas solidaritas dan kepeduliannya terhadap keluarga korban. Kami juga siap bersama-sama menjadi pelopor dalam mendorong perbaikan regulasi maupun pengawasan terkait jalur pengangkutan alat berat, kendaraan trailer, dan kendaraan bertonase besar lainnya agar kejadian serupa tidak kembali memakan korban masyarakat,” ujar Hendra Gunawan.
Ia menilai kecelakaan yang melibatkan kendaraan besar tidak dapat dipandang sebagai peristiwa insidental semata, melainkan harus menjadi bahan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengawasan kendaraan berat, kelayakan jalur lintasan, hingga pembatasan operasional demi perlindungan keselamatan pengguna jalan.
Pihak keluarga bersama kuasa hukum berharap perhatian publik terhadap persoalan keselamatan kendaraan bertonase besar dapat menjadi momentum perbaikan sistem transportasi dan pengawasan kendaraan berat, khususnya di wilayah Jakarta Utara, Kabupaten Bekasi, serta kawasan padat aktivitas masyarakat lainnya.












