Lima Hari Tanpa Kejelasan, Karyawan Mengaku Difitnah dan Kehilangan Pekerjaan di Perusahaan Astro Technologi Kawasan MM2100

📝 Lima Hari Tanpa Kejelasan, Karyawan Mengaku Difitnah dan Kehilangan Pekerjaan di Perusahaan Astro Technologi Kawasan MM2100

Kabardesanusantara.com,Bekasi – Tangis dan kekecewaan masih menyelimuti sejumlah mantan karyawan sebuah perusahaan teknologi yang beroperasi di kawasan MM2100, Kecamatan Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi. Sudah lima hari berlalu sejak mereka mengaku dipanggil, dikurung dalam ruangan, dituduh tanpa bukti yang jelas, hingga akhirnya diberhentikan dari pekerjaan yang selama ini menjadi sumber penghidupan mereka. Minggu (07//06/2026)

Para pekerja tersebut mengaku nama baik dan kehormatan mereka tercoreng akibat tindakan oknum yang memiliki jabatan sebagai Loss Prevention (LP) di perusahaan tersebut. Mereka merasa diperlakukan tidak adil dan kehilangan kesempatan untuk membela diri atas tuduhan yang menurut mereka tidak pernah dilakukan.

“Kami datang bekerja dengan niat mencari nafkah. Ada yang punya anak dan istri yang harus diberi makan, ada juga yang bekerja untuk membantu orang tua di rumah. Tapi kenapa kami diperlakukan seperti ini?” ungkap salah seorang mantan karyawan dengan mata berkaca-kaca.

Menurut pengakuan mereka, permasalahan bermula dari dugaan seorang karyawan berinisial F yang diketahui mengonsumsi satu buah minuman susu milik perusahaan. Namun mereka mengaku heran karena dampaknya justru menyeret sejumlah karyawan lain yang tidak mengetahui maupun terlibat dalam kejadian tersebut.

“Kami dipanggil, ditanya, ditekan untuk mengakui sesuatu yang tidak kami lakukan. Padahal kami tidak tahu-menahu. Rasanya seperti dipaksa mengaku atas kesalahan orang lain,” ujar salah satu pekerja.

Kekecewaan mereka semakin mendalam karena hingga saat ini hak-hak yang mereka harapkan belum diterima. Beberapa di antara mereka bahkan mengaku harus meminjam uang untuk ongkos berangkat bekerja setiap hari demi mempertahankan pekerjaan tersebut.

“Kami rela pinjam uang untuk ongkos kerja karena berharap ada gaji untuk keluarga. Kami bekerja dengan keringat dan tenaga kami. Tapi setelah diberhentikan, sampai sekarang upah yang menjadi hak kami belum juga kami terima,” keluh mereka.

Bagi para pekerja, kehilangan pekerjaan bukan hanya soal kehilangan penghasilan. Lebih dari itu, mereka merasa kehilangan harga diri akibat tuduhan yang menurut mereka tidak berdasar. Mereka berharap ada perhatian dari pihak terkait agar persoalan ini dapat diselesaikan secara adil dan transparan.

Di tengah ketidakpastian yang mereka hadapi, harapan para mantan karyawan itu sederhana: mendapatkan kejelasan, memperoleh hak yang seharusnya mereka terima, serta memulihkan nama baik yang mereka yakini telah tercemar.

“Sampai hari ini kami hanya ingin keadilan. Kami ingin nama kami bersih kembali. Kami ingin hak kami diberikan. Karena kami hanya orang kecil yang bekerja demi keluarga,” tutup salah seorang mantan karyawan dengan suara lirih.

Penulis: PirmanEditor: Redaksi