Pipa Gas Pertamina Bocor di Babelan, Warga Mengungsi dan Satu Orang Dirawat Akibat Paparan Gas

KabarDesaNusantara.ComKABUPATEN BEKASI – Kepanikan melanda warga Kampung Buni Baru, Desa Buni Bakti, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi, setelah terjadi kebocoran pipa gas milik Pertamina pada Minggu (7/6/2026) sore.

Insiden yang terjadi sekitar pukul 16.50 WIB itu memicu kekhawatiran luas di tengah masyarakat akibat semburan gas yang menyebar hingga ke area persawahan dan permukiman warga.

Bau gas yang menyengat membuat warga berhamburan meninggalkan rumah demi menghindari risiko yang lebih besar.

Sejumlah keluarga memilih mengungsi ke lokasi yang dianggap lebih aman, sementara satu warga dilaporkan harus mendapatkan penanganan medis setelah diduga menghirup gas dalam jumlah cukup banyak.

Peristiwa tersebut terjadi di wilayah Kampung Buni Baru RT 016 RW 09, Dusun V, Desa Buni Bakti. Berdasarkan informasi yang dihimpun, kebocoran diduga berkaitan dengan aktivitas pemasangan pipa BBM Cikampek–Plumpang yang menggunakan alat berat di sekitar lokasi.

Kepala Desa Buni Bakti, Sidi Sumardi, membenarkan adanya warga yang terdampak secara langsung akibat insiden tersebut.

“Akibat kejadian itu ada salah satu warga yang dilarikan ke klinik, kemungkinan menghirup banyak gas yang bocor tersebut,” ujar Sidi Sumardi.

Sementara itu, Ketua RT 01/01, Naswadi, mengatakan aroma gas yang sangat kuat menimbulkan kepanikan di tengah masyarakat. Kekhawatiran akan potensi bahaya yang lebih besar membuat warga memilih menjauh dari lokasi kebocoran.

“Baunya sangat menyengat, warga memilih mengungsi ke tempat yang aman,” katanya.

Menurut Naswadi, warga berharap penanganan dilakukan secara cepat dan menyeluruh. Selain memastikan kebocoran segera dihentikan, masyarakat juga meminta adanya dukungan perlengkapan kesehatan dasar seperti masker bagi warga yang berada di sekitar lokasi terdampak.

“Kami meminta agar segera ditangani secara serius dan warga yang terdampak diberikan masker,” tambahnya.

Di tengah kepanikan warga, tim tanggap darurat dari PT Pertamina Gas (Pertagas) bersama unsur gabungan langsung diterjunkan ke lokasi untuk melakukan pengamanan area dan mengendalikan kebocoran.

Langkah ini dilakukan guna mencegah risiko lanjutan yang dapat membahayakan keselamatan masyarakat maupun petugas di lapangan.

Manager Communication, Relations & CSR PT Pertamina Gas (Pertagas), Imam Rismanto, menjelaskan bahwa kebocoran terjadi pada pipa gas milik Pertamina EP yang berada di area Babelan.

Berdasarkan indikasi awal, insiden tersebut diduga berkaitan dengan aktivitas pekerjaan pemasangan pipa BBM Cikampek–Plumpang.

“Pertagas mengonfirmasi telah terjadi kebocoran pada pipa gas di area Babelan milik Pertamina EP pada pukul 16.50 WIB yang terindikasi akibat aktivitas pemasangan pipa BBM Cikampek–Plumpang,” jelas Imam dalam keterangan resminya.

Menurutnya, berbagai langkah mitigasi segera dilakukan bersama tim pemadam kebakaran dan instansi terkait. Area sekitar lokasi juga diamankan guna memastikan tidak ada aktivitas warga yang berpotensi meningkatkan risiko selama proses penanganan berlangsung.

Upaya pengendalian akhirnya membuahkan hasil dalam waktu relatif singkat. Pertagas menyatakan kebocoran berhasil ditangani pada pukul 18.15 WIB atau sekitar satu setengah jam setelah kejadian pertama kali dilaporkan.

“Sejak pukul 18.15 WIB, kebocoran gas telah berhasil tertangani. Aliran gas dihentikan untuk mengisolasi titik kebocoran dan mencegah risiko lanjutan,” ungkapnya.

Meski situasi telah dinyatakan terkendali, proses pemulihan dan pemantauan intensif masih terus dilakukan. Pertagas menegaskan bahwa keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama dalam setiap tahapan penanganan insiden.

Peristiwa ini kembali menyoroti pentingnya penerapan standar keselamatan yang ketat dalam pelaksanaan proyek infrastruktur energi, terutama ketika pekerjaan dilakukan di kawasan yang berdekatan dengan permukiman penduduk.

Selain investigasi terhadap penyebab kebocoran, warga juga berharap adanya evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengawasan proyek agar kejadian serupa tidak kembali terulang.

Bagi masyarakat Desa Buni Bakti, kebocoran yang telah berhasil dikendalikan belum sepenuhnya menghilangkan rasa khawatir.‏ Mereka menunggu kepastian bahwa lingkungan tempat tinggal mereka benar-benar aman sebelum aktivitas sehari-hari dapat kembali berjalan normal.

Penulis: EdwEditor: Redaksi