Kelompok Tani Desa Sumber Urip Kecewa Proyek Lening Saluran Air Dikerjakan dengan Asal-Asalan

📝 Kelompok Tani Desa Sumber Urip Kecewa Proyek Lening Saluran Air Dikerjakan dengan Asal-Asalan

Kabardesanusantra.com,Bekasi–Sumber Urip, Pebayuran Kelompok tani Desa Sumber Urip, Kecamatan Pebayuran, Kabupaten Bekasi menyuarakan kekecewaan atas pengerjaan proyek lening saluran irigasi di wilayah mereka. Proyek yang disebut untuk menunjang produktivitas pertanian itu justru dikeluhkan karena dinilai dikerjakan asal-asalan dan tidak sesuai harapan warga.
16-04-2026,

 

Menurut keterangan sejumlah petani, kualitas pekerjaan lening beton terlihat tipis, retak di beberapa titik, dan campuran material diduga tidak sesuai spesifikasi. Saluran yang baru beberapa minggu selesai dikerjakan itu sudah menunjukkan kerusakan pada bagian dinding dan dasar.


“Kami yang tiap hari butuh air untuk sawah. Kalau salurannya bocor begini, airnya tidak sampai ke petak bawah. Yang rugi kami, petani kecil,” ujar pendi salah satu anggota kelompok tani,

 

Sa’at di konfirmasi pihak yang bertanggung jawab PT dwi jaya niaga belum bisa memberikan keterangan yang jelas terkait belum selesai nya pekerja’an dan belum jelas nya upah para pekerja hingga sa’at ini para pekerja saluran air desa sumber urip masih menunggu sisa sisa upah yang ia harus Terima,

 

Salah satu pekerja mengatakan saya mah bekerja keras kepanasan kehujanan demi anak istri untuk kebutuhan hidup untuk beli beras tapi kami merasa di kecewakan sama yang bertanggung jawab mandor JH,karena hingga sa’at ini sisa upah kami belum di bayar,, ujar Somad dengan nada geram,

 

Warga juga menyoroti minimnya papan informasi proyek di lokasi. Mereka mengaku tidak tahu nilai anggaran, sumber dana, volume pekerjaan, maupun siapa penanggung jawab lapangan. Kondisi ini membuat warga sulit melakukan pengawasan.

 

“Kami bukan menolak pembangunan. Tapi kalau uang negara dipakai, kerjakan yang benar. Jangan asal jadi terus ditinggal,” tambah para petani sumber urip,

 

Kelompok tani mendesak pemerintah desa, kecamatan, dan dinas terkait untuk segera turun melakukan pemeriksaan. Mereka meminta kontraktor bertanggung jawab memperbaiki bagian yang rusak dan memastikan pekerjaan sesuai RAB serta standar teknis.

 

Hingga berita ini dirilis, pihak pelaksana proyek dan pemerintah desa dan mandor proyek belum memberikan tanggapan resmi. Warga berencana melayangkan surat keberatan resmi ke Kecamatan Pebayuran dan Dinas Sumber Daya Air Kabupaten Bekasi pekan ini.

Proyek lining saluran irigasi ini sebelumnya diharapkan dapat mengurangi kehilangan air dan meningkatkan indeks pertanaman di Desa Sumber Urip. Namun jika kualitas pengerjaan tidak diperbaiki, petani khawatir tujuan tersebut tidak akan tercapai

 

(Agung WS)

Penulis: PirmanEditor: Agus.S.H/Pirman