KabarDesaNusantara.Com, KABUPATEN BEKASI – Warga Kampung Penganson RT 16/01, Desa Sukaringin, Kecamatan Sukawangi, Kabupaten Bekasi, dibuat resah dengan keberadaan tempat pembuangan sampah (TPS) liar yang diduga menjadi lokasi buangan sampah dari luar wilayah.
Tumpukan sampah yang terus menggunung menebarkan bau tak sedap dan memicu ledakan populasi lalat hijau di lingkungan permukiman warga.
Kondisi tersebut dikeluhkan warga sekitar karena dinilai sudah sangat mengganggu kesehatan dan aktivitas masyarakat, termasuk mengancam balita, ibu hamil, hingga para petani sawah di sekitar lokasi.
Iwan, salah satu warga sekitar, mengatakan tumpukan sampah itu semakin hari semakin parah. Bau menyengat dan ribuan lalat hijau beterbangan hingga masuk ke rumah-rumah warga.
“Lihat bang, sampah numpuk, lalat hijau bertebangan. Di sini banyak warga, ada balita dan ibu hamil. Kami resah dengan bau tidak sedap dan lalat hijau yang beterbangan,” keluh Iwan kepada wartawan, Minggu (31/5/2026).
Menurutnya, sampah yang dibuang di lokasi tersebut bukan berasal dari warga sekitar, melainkan diduga berasal dari luar daerah yang sengaja membuang sampah secara ilegal di kawasan tersebut.
Tak hanya mengganggu kesehatan, keberadaan TPS liar itu juga disebut berdampak terhadap sektor pertanian warga. Banyaknya lalat dan hama dari tumpukan sampah diduga mulai merusak tanaman padi milik petani.
“Lihat aja bang, lalatnya banyak banget, merusak tanaman padi. Ini jadi hama juga, tanaman padi jadi tidak maksimal tumbuhnya, bahkan bisa gagal panen,” tambah Iwan bersama warga dan para petani sawah lainnya.
Warga berharap pemerintah daerah, khususnya Dinas Lingkungan Hidup serta UPTD terkait, segera turun tangan mengangkut sampah dan menindak tegas pihak-pihak yang membuang sampah sembarangan.
Masyarakat juga mengancam akan melakukan aksi demo apabila persoalan tersebut terus dibiarkan tanpa penanganan serius.
“Tolong tindak tegas. Kalau masih terus buang sampah di sini, kami warga akan adakan demo,” tegasnya.
Keberadaan TPS liar di tengah lingkungan permukiman dan area pertanian dinilai menjadi ancaman serius bagi kesehatan masyarakat serta ketahanan pangan warga sekitar. Pemerintah diminta tidak tutup mata sebelum dampaknya semakin meluas.












