KabarDesaNusantara.Com, KABUPATEN BEKASI – Keluarga FA, korban tewas dalam kasus dugaan pengeroyokan yang melibatkan sejumlah pelajar di Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, mulai mempertanyakan transparansi penanganan perkara yang menewaskan adiknya tersebut.
Kekecewaan itu disampaikan Hani, kakak korban, yang kembali mengangkat kasus tersebut melalui unggahan di media sosial TikTok.
Menurutnya, hingga kini keluarga belum mendapatkan kejelasan mengenai perkembangan proses hukum yang sedang berjalan.
“Kami sebagai keluarga korban tidak pernah mendapatkan informasi yang jelas. Setiap kali konfirmasi ke penyidik, jawabannya selalu tidak terbuka. Sampai sekarang kami tidak pernah menerima SP2HP ataupun surat perkembangan perkara,” ujar Hani kepada awak media melalui pesan WhatsApp, Rabu (24/6/2026).
Hani mengaku semakin kecewa lantaran pihak keluarga juga tidak pernah diberitahu terkait agenda persidangan yang diduga sudah berlangsung.
“Kami bahkan tidak tahu kalau ada sidang. Tidak pernah ada pemberitahuan kepada keluarga korban.
Tahu-tahu prosesnya sudah berjalan,” katanya.
Ia juga mengaku memiliki dugaan bahwa para pelaku saat ini sudah tidak lagi berada dalam tahanan. Dugaan tersebut muncul karena minimnya informasi yang diterima keluarga selama proses penanganan perkara berlangsung.
“Saya terus berkomunikasi dengan penyidik, tetapi selalu seperti ditutupi. Kami jadi bertanya-tanya sebenarnya kasus ini sudah sampai mana,” tambahnya.
Kasus kematian FA sebelumnya sempat menjadi perhatian publik setelah Polres Metro Bekasi mengungkap dugaan pengeroyokan yang dilakukan oleh tiga rekan sekolah korban.
Dalam kasus tersebut, dua pelaku yang masih berstatus Anak Berhadapan dengan Hukum (ABH) berhasil diamankan, sementara satu pelaku lainnya sempat masuk Daftar Pencarian Orang (DPO).
Korban diketahui meninggal dunia akibat luka senjata tajam di bagian dada setelah ditemukan tergeletak bersimbah darah di tepi jalan wilayah Cikarang Utara. Polisi saat itu juga menyita barang bukti berupa dua bilah celurit dan sebatang bambu yang diduga digunakan dalam aksi pengeroyokan.
Namun seiring berjalannya waktu, keluarga korban menilai proses hukum yang berjalan justru semakin sulit dipantau.
Mereka berharap aparat penegak hukum dapat memberikan informasi yang terbuka dan transparan agar keluarga korban memperoleh kepastian hukum.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak kepolisian belum memberikan keterangan resmi terkait keluhan keluarga korban tersebut. Sementara itu, upaya konfirmasi kepada pihak kejaksaan juga masih dilakukan guna memperoleh informasi mengenai status perkara, nomor perkara, maupun tahapan proses hukum yang sedang berjalan.
Kasus ini kini kembali menjadi sorotan publik setelah viral di media sosial dan memunculkan pertanyaan mengenai keterbukaan penanganan perkara yang melibatkan korban meninggal dunia tersebut.












