KabarDesaNusantara.Com, KOTA BEKASI – Penolakan terhadap proyek pembangunan gorong-gorong di Jalan Jenderal Sudirman dan sodetan yang mengarah ke Kali Beringin di wilayah Perumnas 1, Kelurahan Kranji, Kecamatan Bekasi Barat, terus bermunculan. Warga khawatir proyek tersebut justru berpotensi meningkatkan risiko banjir di kawasan permukiman saat musim hujan.
Kekhawatiran warga muncul karena saluran baru yang sedang dibangun dinilai dapat menambah debit air yang masuk ke Kali Beringin. Kondisi itu dikhawatirkan memengaruhi kapasitas saluran yang ada dan berpotensi menimbulkan luapan air ketika curah hujan tinggi.
Berdasarkan informasi yang beredar di masyarakat, aliran dari sodetan tersebut nantinya akan bermuara langsung ke Kali Beringin yang berada di sekitar kawasan permukiman Perumnas 1. Warga menilai dampak dari proyek tersebut perlu dikaji secara menyeluruh agar tidak menimbulkan persoalan baru di kemudian hari.
“Warga bukan menolak pembangunan, tetapi menolak jika pembangunan itu justru menimbulkan ancaman baru bagi lingkungan dan keselamatan masyarakat,” ujar salah seorang Ketua RW setempat.
Menurut warga, peningkatan debit air menuju Kali Beringin berpotensi berdampak pada empat wilayah rukun warga, yakni RW 03, RW 05, RW 06, dan RW 07. Mereka khawatir kawasan yang selama ini kerap terdampak genangan akan menghadapi risiko yang lebih besar apabila kapasitas saluran tidak mampu menampung tambahan aliran air.
Selain menyampaikan penolakan, warga juga meminta adanya keterbukaan informasi terkait perencanaan proyek tersebut. Mereka berharap pemerintah daerah maupun pihak pelaksana dapat menjelaskan kajian teknis yang menjadi dasar pembangunan, termasuk analisis dampak lingkungan dan langkah mitigasi yang telah disiapkan.
Menurut warga, transparansi diperlukan agar masyarakat memperoleh kepastian bahwa proyek yang sedang berjalan tidak akan menimbulkan dampak negatif bagi lingkungan maupun permukiman di sekitarnya.
Sejumlah tokoh masyarakat turut mendorong adanya dialog terbuka antara warga, pemerintah daerah, dan pelaksana proyek guna membahas berbagai kekhawatiran yang berkembang. Mereka menilai komunikasi yang baik dapat menjadi langkah penting untuk mencari solusi dan menghindari kesalahpahaman di tengah masyarakat.
Warga menyatakan akan terus menyampaikan aspirasi mereka hingga memperoleh penjelasan yang dianggap memadai. Mereka berharap seluruh proses pembangunan dilakukan dengan mempertimbangkan aspek keselamatan, lingkungan, dan kenyamanan masyarakat yang tinggal di sekitar lokasi proyek.
Hingga berita ini ditulis, belum terdapat keterangan resmi dari instansi terkait mengenai detail kajian teknis maupun langkah-langkah yang telah disiapkan untuk memastikan proyek tersebut tidak berdampak terhadap potensi banjir di kawasan Perumnas 1.
Masyarakat berharap pemerintah segera memberikan penjelasan secara terbuka dan transparan sehingga berbagai kekhawatiran yang berkembang dapat terjawab dengan jelas.












