Titi Usung Program Nyata Berbasis APBDes, Fokus Perempuan dan Lansia

KabarDesaNusantara.ComKABUPATEN BEKASI, Bekasi – Calon anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Desa Sumbersari keterwakilan perempuan, Ibu “Titi”, menegaskan komitmennya untuk menghadirkan program nyata yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat, khususnya perempuan dan lansia, melalui optimalisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes).

Dengan mengusung semangat “Perempuan Peduli, Desa Maju!”, Ibu Titi menekankan bahwa pembangunan desa tidak hanya berfokus pada infrastruktur, tetapi juga harus menyentuh aspek kemanusiaan dan kesejahteraan sosial.

Salah satu perhatian utama yang diangkat adalah kondisi lansia yang masih sering terabaikan, baik dalam keluarga maupun lingkungan sekitar. Ia menegaskan bahwa keberadaan lansia harus menjadi prioritas dalam kebijakan desa.

“Lansia tidak boleh lagi terabaikan. Mereka berhak mendapatkan perhatian, pelayanan, dan kehidupan yang layak,” tegasnya.

Sebagai bentuk komitmen, Ibu Titi akan Memperjuangkan sejumlah program berbasis APBDes, di antaranya:

Program Posyandu Lansia dan Layanan Kesehatan Rutin, untuk memastikan kesehatan lansia terpantau secara berkala

Bantuan Sosial bagi Lansia Tidak Mampu, melalui dukungan sembako dan bantuan langsung sesuai kriteria

Program Keluarga Peduli Lansia, guna meningkatkan kesadaran dan tanggung jawab keluarga terhadap orang tua

Pelatihan dan Pemberdayaan Perempuan, untuk meningkatkan ekonomi keluarga dan kemandirian perempuan

Perlindungan Anak dan Remaja Perempuan, melalui edukasi, pembinaan, dan kegiatan positif

Program-program tersebut dirancang agar dapat dimasukkan dalam berbagai bidang anggaran desa, seperti pembangunan, pembinaan kemasyarakatan, hingga pemberdayaan masyarakat.

Titi menegaskan bahwa peran BPD sangat penting dalam mengawal arah kebijakan desa agar anggaran benar-benar digunakan untuk kepentingan masyarakat.

“Ini bukan sekadar janji, tapi langkah yang bisa diwujudkan melalui APBDes. Saya ingin memastikan anggaran desa benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujarnya.

Dengan fokus pada perempuan dari berbagai usia—mulai dari anak-anak, remaja, hingga lansia—kehadiran Ibu Titi diharapkan mampu membawa perubahan nyata, menciptakan desa yang lebih adil, peduli, dan sejahtera.

Penulis: RedEditor: Redaksi