KabarDesaNusantara.Com, KOTA BEKASI – Menjelang arus mudik Hari Raya Idulfitri, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kota Bekasi meningkatkan kesiapsiagaan personel dan armada guna mengantisipasi potensi kebakaran serta kondisi darurat lainnya.
Seluruh unit operasional disiagakan untuk menghadapi kemungkinan meningkatnya insiden, terutama di kawasan permukiman yang ditinggalkan pemilik rumah selama periode mudik.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Damkar Kota Bekasi, Heriyanto, mengimbau masyarakat untuk memastikan kondisi rumah dalam keadaan aman sebelum bepergian. Ia menekankan pentingnya kewaspadaan terhadap potensi sumber kebakaran.
“Pastikan instalasi listrik dalam kondisi aman, kompor sudah dimatikan, serta tidak ada perangkat elektronik yang berpotensi menimbulkan kebakaran saat rumah ditinggalkan,” ujarnya.
Menurutnya, kejadian kebakaran pada periode mudik umumnya dipicu oleh faktor kelalaian, seperti peralatan listrik yang masih terhubung atau penggunaan kompor yang tidak diawasi.
Selain meningkatkan kesiapsiagaan internal, Disdamkarmat Kota Bekasi juga memperkuat koordinasi dengan pengurus lingkungan, termasuk RT dan RW, serta unsur keamanan setempat guna meningkatkan pengawasan di wilayah permukiman.
“Koordinasi dengan lingkungan terus kami tingkatkan agar potensi gangguan keamanan maupun kebakaran dapat diminimalisir,” katanya.
Di sisi lain, layanan pengaduan Damkar tetap beroperasi selama 24 jam penuh. Masyarakat diminta untuk segera melapor apabila menemukan indikasi kebakaran atau kondisi darurat lainnya.
“Respon cepat menjadi prioritas kami dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat,” tambahnya.
Tak hanya fokus pada penanganan kebakaran, Damkar Kota Bekasi juga menyiagakan tim untuk berbagai operasi penyelamatan lainnya, seperti evakuasi warga, penanganan hewan liar, hingga bantuan saat terjadi bencana.
Disdamkarmat turut mengimbau masyarakat untuk melakukan langkah antisipatif sebelum mudik, seperti mencabut peralatan listrik, memastikan kompor dan gas dalam kondisi aman, melapor kepada pengurus lingkungan, serta menitipkan rumah kepada pihak yang dipercaya.
Dengan kesiapsiagaan tersebut, diharapkan masyarakat dapat menjalankan mudik dengan aman dan kembali ke rumah dalam kondisi tetap terjaga.












