User Icon Hai pembaca setia! Temukan solusi media online Anda di AMK WebDev.

Warga Harapan Jaya Tolak Penutupan Drainase ke Area ULTG PLN, Khawatir Banjir Kian Parah

KabarDesaNusantaaraNews.Com, Kota Bekasi — Warga RT 007 RW 001 Kelurahan Harapan Jaya, Kecamatan Bekasi Utara, Kota Bekasi, menolak rencana penutupan saluran drainase yang mengalir ke area ULTG Harapan Indah milik PT PLN.

Penolakan tersebut disampaikan dalam musyawarah antara warga dan manajemen ULTG Harapan Indah yang digelar pada Rabu (7/1/2026).

Menurut informasi yang dihimpun, Selama ini, warga yang bermukim di belakang tembok Gardu Induk Bekasi kerap mengalami banjir saat hujan turun akibat tidak tersedianya saluran drainase.

Dalam mengatasi persoalan tersebut, warga terpaksa membuat saluran darurat menggunakan pipa kecil yang menembus tembok dan mengalirkan air ke area PLN dalam menghindari banjir dan mengantisipasi saluran air.

Dalam musyawarah yang berlangsung di Ruang Rapat ULTG Harapan Indah, terungkap bahwa rencana penutupan saluran warga muncul setelah audit internal menemukan adanya saluran drainase tersebut. Auditor kemudian merekomendasikan agar saluran ditutup.

Randy, PIC ULTG Harapan Indah, menegaskan pihaknya tidak ingin persoalan ini merusak hubungan antara perusahaan dan masyarakat sekitar. Karena itu, manajemen memilih menempuh jalur dialog untuk mencari solusi terbaik.

“Ini jalan terbaik untuk mendengar langsung keinginan warga dari persoalan yang ada,” ujar Randy.

Sementara itu, Fredi Setiando selaku K3L ULTG Harapan Indah menjelaskan bahwa audit rutin dilakukan setiap tahun karena Gardu Induk Bekasi yang berada di bawah naungan PT PLN UPT Pulogadung merupakan objek vital nasional. Meski demikian, pihaknya tetap mengedepankan musyawarah.

“Musyawarah ini sebagai upaya mencari solusi terbaik agar hubungan dengan warga sekitar tetap kondusif,” kata Fredi.

 

Dalam forum tersebut, sejumlah warga menyampaikan penolakan keras terhadap rencana penutupan drainase. Zamhari, warga RT 007, menilai penutupan saluran akan memperparah kondisi banjir.

“Jangankan ditutup, tidak ditutup saja saat ini kami kebanjiran,” ujarnya.

Penolakan serupa disampaikan Abid, Santa, dan Nurzaman. Mereka menilai penutupan drainase sama saja dengan membiarkan permukiman warga terendam saat hujan lebat.

Ketua RW 001 Kelurahan Harapan Jaya, Alfiyan, menegaskan bahwa saluran tersebut merupakan satu-satunya akses pembuangan air bagi warga yang tinggal di belakang tembok PLN.

“Musyawarah ini harus menghasilkan solusi terbaik. PLN tidak mesti mengambil sikap menutup saluran drainase warga karena dampaknya sangat luas,” tegasnya.

Alfiyan juga mengingatkan agar kebijakan yang diambil tidak memicu konflik sosial di tengah masyarakat.

Ia berharap hasil dan notulen rapat menjadi dasar pengambilan keputusan di tingkat manajemen PLN demi menjaga hubungan harmonis dengan warga sekitar.

Penulis: A2TP Editor: Redaksi

AMK WebDev

Bangun portal berita profesional & ringan.

💬 Konsultasi Globe News

Media Online Siap Pakai

Desain menarik, panel redaksi, dan dukungan SEO.

📞 Hubungi Kami News Globe