Target Hattrick Juara Umum PORPROV Jabar 2026 Kabupaten Bekasi Terancam Gagal

KabarDesaNusantara.ComKABUPATEN BEKASI — Target Kabupaten Bekasi meraih hattrick juara umum pada PORPROV Jawa Barat 2026 terancam gagal. Kondisi ini dinilai dipicu melemahnya dukungan pemerintah daerah terhadap pembinaan olahraga.

Ketua Pengurus Cabang Persatuan Tinju Amatir Indonesia Kabupaten Bekasi, Roy Kamarullah, menyebut kebijakan tahun 2026 tidak sejalan dengan target mempertahankan prestasi yang telah diraih sebelumnya.

“Di saat target mempertahankan juara umum menjadi prioritas, justru dukungan pemerintah melemah. Anggaran menyusut, pembinaan tersendat, dan kesejahteraan atlet serta pelatih terabaikan,” ujar Roy.

Kabupaten Bekasi sebelumnya mencatat prestasi gemilang dengan dua kali menjadi juara umum PORPROV pada 2014 dan 2022. Selain itu, daerah ini juga menjadi penyumbang medali emas terbanyak pada PON 2021 Papua dan PON 2024 Aceh-Sumut.

Menurut Roy, kondisi saat ini membuat KONI Kabupaten Bekasi bersama cabang olahraga harus berjuang di tengah keterbatasan. Ia menilai alasan efisiensi anggaran yang digunakan sebagai dasar pengurangan dukungan tidak memiliki dasar kuat.

 

Roy juga membandingkan dengan daerah lain seperti Bandung dan Bogor yang dinilai tetap konsisten menjaga pembinaan olahraga melalui Sistem pembinaan berjenjang, Fasilitas olahraga yang memadai, dan Dukungan anggaran yang relatif stabil.

Ia mengungkapkan, pada 2025, besaran hibah untuk KONI di sejumlah daerah masih lebih tinggi dibanding Kabupaten Bekasi. Hal ini dinilai menunjukkan adanya ketimpangan prioritas kebijakan.

“Kalau daerah yang sudah terbukti juara tiba-tiba kehilangan dukungan, maka masalahnya bukan pada atlet atau pelatih, tetapi pada arah kebijakan,” tegasnya.

Roy menilai kondisi tersebut bertentangan dengan amanat Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2022 tentang Keolahragaan yang mewajibkan pemerintah daerah menjamin keberlanjutan pembinaan olahraga, termasuk dari sisi pendanaan.

Ia mengingatkan, jika kondisi ini tidak segera diperbaiki, kegagalan mempertahankan gelar juara umum pada PORPROV 2026 bukan hal yang mengejutkan.

“Kalau sampai gagal, Kabupaten Bekasi bukan kalah karena persaingan, tetapi karena kebijakan yang tidak lagi mendukung kemenangan,” ujar Roy.

Menurutnya, status juara umum bukan sekadar capaian prestasi, tetapi juga menyangkut harga diri daerah.

Penulis: A2TP Editor: Redaksi