Kapolres Metro Bekasi Ajak Santri Jauhi Tawuran, Fokus Ibadah dan Raih Generasi Emas 2045

KabarDesaNusantara.Com, Kabupaten Bekasi — Kapolres Metro Bekasi, Sumarni, mengajak para santri dan pelajar untuk menjauhi berbagai bentuk kenakalan remaja, khususnya selama bulan suci Ramadhan, seperti tawuran, perang sarung, dan aksi negatif lainnya.

Ajakan tersebut disampaikan dalam kegiatan Police Go to School yang digelar di Pondok Pesantren Al Imaroh, Desa Telagamurni, Kecamatan Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi, Selasa (24/2/2026).

Kegiatan yang diikuti ratusan santri tersebut merupakan bagian dari program pembinaan dan edukasi kepolisian dalam rangka menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif, sekaligus mendukung terwujudnya Generasi Emas Indonesia 2045.

“Setiap Selasa kami melaksanakan program Police Go to School, termasuk ke pesantren, untuk memberikan motivasi kepada para santri dan pelajar agar mempersiapkan diri meraih cita-cita menjadi pemimpin hebat di masa depan,” ujar Sumarni.

Selain memberikan motivasi, jajaran Polres Metro Bekasi juga menyampaikan edukasi tentang kesadaran hukum, bahaya kenakalan remaja, serta pentingnya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Dalam momentum Ramadhan, Kapolres secara khusus menekankan agar para remaja tidak terlibat dalam aksi tawuran, perang sarung, maupun fenomena “perang konten” di media sosial yang dapat berujung pada pelanggaran hukum.

“Ramadhan adalah bulan penuh berkah. Isi dengan kegiatan positif, perbanyak ibadah, serta kembangkan kreativitas untuk masa depan. Jangan sampai terlibat tawuran atau perang sarung yang justru merugikan diri sendiri dan orang lain,” tegasnya.

Menanggapi maraknya kasus perang sarung yang sempat viral di sejumlah wilayah, seperti Tarumajaya dan Cikarang Utara, pihak kepolisian terus melakukan langkah preventif melalui pendekatan edukatif, patroli rutin, serta kolaborasi dengan unsur masyarakat.

Polres Metro Bekasi juga mengoptimalkan layanan darurat 110 agar masyarakat dapat segera melapor jika menemukan potensi gangguan kamtibmas. Sinergi bersama FKPM, pemerintah desa, tokoh masyarakat, serta peran aktif orang tua dinilai menjadi kunci utama pencegahan kenakalan remaja.

Kapolres turut mengimbau para orang tua agar meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas anak-anaknya, khususnya pada malam hari.

“Di atas pukul 21.00 WIB sebaiknya anak-anak tidak berada di luar rumah, kecuali untuk kegiatan ibadah dan tetap dalam pengawasan, serta kembali tepat waktu,” tutupnya.

Dengan pendekatan humanis dan edukatif, Polres Metro Bekasi berharap bulan Ramadhan dapat berlangsung aman, damai, dan penuh makna bagi seluruh masyarakat Kabupaten Bekasi.

Penulis: A2TP Editor: Redaksi