KabarDesaNusantara.Com, KOTA BEKASI – Kekecewaan warga RW 05 Perumnas 1, Kelurahan Kranji, Kecamatan Bekasi Barat, mulai mengemuka. Hingga pertengahan 2026, sejumlah janji penanganan banjir yang pernah disampaikan Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, saat berkunjung ke kawasan tersebut dinilai belum menunjukkan realisasi yang jelas.
Warga menilai berbagai program yang dijanjikan untuk mengatasi banjir, seperti pembangunan turap di sepanjang Sungai Beringin, pengerukan sedimentasi sungai, hingga bantuan pompa pengendali banjir, belum terlihat perkembangannya di lapangan.
Padahal, persoalan banjir menjadi salah satu masalah utama yang selama bertahun-tahun dihadapi warga Perumnas 1 setiap musim hujan. Kondisi Sungai Beringin yang masih membutuhkan penanganan serius dinilai menjadi salah satu faktor yang membuat ancaman banjir terus menghantui permukiman warga.
“Kami hanya ingin mempertanyakan, kapan janji itu direalisasikan? Jangan sampai masyarakat hanya dijadikan penonton saat pejabat datang, lalu dilupakan setelah kamera dimatikan,” ujar salah seorang warga.
Menurut warga, kejelasan mengenai pelaksanaan program sangat dibutuhkan karena banjir yang terjadi bukan persoalan baru, melainkan masalah berulang yang hampir setiap tahun dirasakan masyarakat.
Kekecewaan warga semakin bertambah karena belum adanya kepastian saat mereka mencoba mencari informasi terkait tindak lanjut program tersebut. Warga mengaku ketika mempertanyakan perkembangan penanganan banjir kepada pihak kelurahan, mereka justru diarahkan untuk berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR).
Situasi tersebut memunculkan kesan adanya kebingungan mengenai pihak yang bertanggung jawab terhadap realisasi program yang sebelumnya telah disampaikan langsung kepada masyarakat.
Ketua RW 05 Perumnas 1, Sirajudin, mengatakan warga membutuhkan kepastian mengenai pelaksanaan program, bukan sekadar informasi yang berpindah dari satu instansi ke instansi lainnya.
“Wali Kota yang datang dan menjanjikan langsung kepada warga. Tetapi saat ditagih realisasinya, warga malah diarahkan ke sana-sini. Ini yang membuat masyarakat kecewa,” kata Sirajudin.
Menurutnya, persoalan tersebut menjadi ujian bagi komitmen Pemerintah Kota Bekasi dalam menindaklanjuti janji yang telah disampaikan kepada masyarakat. Terlebih, masalah banjir di kawasan Perumnas 1 telah berlangsung selama bertahun-tahun tanpa solusi yang dianggap menyeluruh.
Warga khawatir apabila tidak segera direalisasikan, kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah akan semakin menurun. Mereka berharap janji penanganan banjir yang pernah disampaikan pemerintah tidak berhenti pada pernyataan semata.
Saat ini, masyarakat RW 05 Perumnas 1 masih menunggu kejelasan mengenai pembangunan turap, pengerukan Sungai Beringin, serta bantuan pompa yang sebelumnya dijanjikan sebagai bagian dari upaya mengurangi risiko banjir di kawasan tersebut.












