KabarDesaNusantara.Com, Kabupaten Bekasi — Tanggul Sungai Citarum kembali jebol di Desa Pantai Bakti, Kecamatan Muaragembong, Kabupaten Bekasi, Minggu (25/1/2026).
Jebolnya tanggul dipicu hujan deras yang mengguyur wilayah hulu dan hilir, menyebabkan debit air Sungai Citarum meningkat drastis hingga meluap ke permukiman warga.
Ironisnya, titik jebol berada tidak jauh dari lokasi tanggul yang sebelumnya juga mengalami kerusakan.
Kondisi ini memperkuat dugaan bahwa sejumlah bagian tanggul Citarum di wilayah Muaragembong sudah dalam kondisi kritis dan rapuh, namun belum mendapat penanganan permanen dari pihak terkait.
“Ini bukan yang pertama. Sudah sering jebol di titik yang hampir sama, tapi perbaikannya selalu darurat. Ditambal sebentar, musim hujan datang, jebol lagi,” ujar Sukirman (47), warga Desa Pantai Bakti, Minggu (25/1/2026).
Akibat jebolnya tanggul, air sungai mengalir deras dan menggenangi rumah-rumah warga. Sejumlah bangunan terendam, aktivitas masyarakat lumpuh, dan warga terpaksa menghentikan kegiatan sehari-hari karena banjir yang datang secara tiba-tiba.
“Kalau kami tidak bergerak sendiri, air sudah masuk lebih jauh ke kampung. Tapi ini jelas bukan solusi,” ucapnya.
Hingga kini, ancaman banjir susulan masih menghantui, terutama jika curah hujan kembali meningkat.
Di tengah kondisi darurat, warga terpaksa bergerak secara swadaya. Dengan peralatan seadanya, mereka menambal tanggul yang jebol menggunakan bambu, batang pohon pisang atau gedebog, serta karung berisi tanah.
Upaya tersebut dilakukan sebagai langkah sementara untuk menahan laju air agar tidak semakin meluas ke kawasan permukiman.
Warga berharap adanya penanganan menyeluruh terhadap tanggul Sungai Citarum, bukan sekadar perbaikan darurat yang berulang setiap musim hujan.
Menurut mereka, banjir akibat jebolnya tanggul bukan lagi semata bencana alam, melainkan dampak dari lemahnya pengelolaan dan pemeliharaan infrastruktur pengendali banjir.
Jika kondisi ini terus dibiarkan tanpa solusi jangka panjang, masyarakat Muaragembong khawatir akan terus menjadi korban banjir tahunan yang mengancam keselamatan, kesehatan, dan perekonomian warga.
Pemerintah perlu mengevaluasi serius pengelolaan Sungai Citarum, termasuk audit kondisi tanggul, kejelasan kewenangan antarinstansi, serta transparansi penggunaan anggaran pengendalian banjir.
Warga Muaragembong berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret dan berkelanjutan.
Tanpa perbaikan menyeluruh, mereka khawatir banjir akibat jebolnya tanggul Sungai Citarum akan terus menjadi ancaman tahunan yang mengorbankan keselamatan dan kehidupan masyarakat.
Hai pembaca setia! Temukan solusi media online Anda di 











