User Icon Hai pembaca setia! Temukan solusi media online Anda di AMK WebDev.

Dirut PT Mitra Patriot: Lelang Bus TransPatriot untuk Penyelamatan Aset

KabarDesaNews.Com, Kota Bekasi — Polemik pelelangan 29 unit bus TransPatriot milik yang ramai disorot publik akhirnya mendapat klarifikasi langsung dari Direktur Utama saat ditemui di kantor PT Mitra Patriot, Kota Bekasi, pada Senin (5/1/2026).

Ia membantah keras tudingan adanya penyimpangan maupun praktik keuntungan pribadi dalam proses lelang aset Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) tersebut.

David menegaskan, pelelangan dilakukan sebagai langkah penyelamatan aset perusahaan yang telah lama mangkrak dan mengalami kerusakan berat.

“Pelelangan ini bukan untuk mencari keuntungan pribadi. Ini langkah menyelamatkan aset dan perusahaan yang nilainya terus menyusut,” tegas David.

Menurutnya, mayoritas bus TransPatriot yang dilelang sudah tidak layak operasional dan mangkrak sejak 2023 pada era manajemen sebelumnya. Dari 29 unit bus yang tersebar di Bantar Gebang, Teluk Pucung, dan Kemayoran, sebagian besar dalam kondisi rusak parah, dengan banyak komponen vital hilang, bahkan beberapa unit ditumbuhi rumput.

Di sisi lain, David mengungkapkan bahwa manajemen baru mewarisi beban keuangan yang cukup besar, mulai dari hutang kepada sebesar Rp840 juta, tunggakan gaji karyawan lama, hutang pajak, hingga sewa lahan.

Terkait proses pelelangan, David menegaskan seluruh tahapan telah dilakukan sesuai ketentuan. Manajemen PT Mitra Patriot terlebih dahulu mengajukan izin kepada Wali Kota Bekasi, kemudian melakukan pembahasan bersama organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, seperti BPKAD, Bagian Ekonomi, dan Bagian Hukum. Koordinasi juga dilakukan dengan Kementerian Perhubungan terkait status bus yang merupakan hibah tahun 2018, yang dinyatakan telah berakhir.

Penilaian aset dilakukan oleh Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) dengan nilai appraisal sekitar Rp170–175 juta per unit. Selanjutnya, proses lelang dilaksanakan melalui balai lelang swasta , yang dipilih karena dinilai lebih efisien dengan komisi 2,5 persen, lebih rendah dibanding 3,5 persen di KPKNL.

Hingga kini, dari 29 unit bus yang dilelang sejak November–Desember 2025, baru 10 unit terjual dan 9 unit telah lunas dengan total nilai sekitar Rp1,35 miliar. Dana tersebut digunakan untuk melunasi hutang ke Damri dan sebagian tunggakan gaji mantan karyawan, dengan prioritas pekerja level bawah.

David juga membantah isu keterlambatan gaji karyawan aktif serta menegaskan tidak ada satu rupiah pun hasil lelang yang masuk ke kantong pribadinya.

“Tolong pahami faktanya dulu sebelum menilai. Ini bukan soal cuan, tapi soal menyelamatkan aset dan keberlangsungan perusahaan,” ujarnya.

Sebelumnya, polemik pelelangan bus TransPatriot ini ramai diberitakan bersamaan dengan kritik publik terhadap kinerja manajemen PT Mitra Patriot, termasuk sorotan atas aktivitas Direktur Utama yang membagikan paket sembako kepada sejumlah jurnalis di Kota Bekasi di tengah derasnya kritik tersebut.

Penulis: A2TP Editor: Redaktur

AMK WebDev

Bangun portal berita profesional & ringan.

💬 Konsultasi Globe News

Media Online Siap Pakai

Desain menarik, panel redaksi, dan dukungan SEO.

📞 Hubungi Kami News Globe